Mengenal Gejala dan Diagnosis Infeksi Virus Dengue

Advertisement:
virus penyebab penyakit demam berdarah
Gambar penampakan bentuk virus penyakit demam berdarah yang dibawa oleh nyamuk aedes. image: 123rf.com
Berdasarkan selebaran yang kami dapatkan dari National Hospital (NH) yang berlokasi di Graha Famili, Surabaya, berikut ini adalah informasi awal seputar gejala dan diagnosis infeksi virus dengue yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti. Seperti kita ketahui bahwa virus ini adalah penyebab dari penyakit demam berdarah (DBD) atau yang kadang juga disebut demam sendi (breakbone fever) yang jika tidak ditangani dengan sesegera mungkin bisa parah dan menyebabkan kematian. Apalagi jika nyamuk ini berhasil menggigit orang tercinta di sekitar kita dan menularkan virusnya. Semoga bermanfaat!

Fase Klinis Infeksi Virus Dengue

Infeksi virus dengue tipe 1, 2, 3 dan 4 ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini paling suka berkembang biak di genangan air yang cenderung bersih dan jernih. Biasanya adalah genangan-genangan air akibat tampungan air hujan. Entah itu di botol kosong, perabotan plastik, ban mobil bekas, dsb. Infeksi virus ini terbagi menjadi tiga tahapan:
  1. Fase demam. Ditandai dengan demam yang mendadak tinggi disertai sakit kepala, nyeri kepala dan otot, persendian yang tidak nyaman, penurunan nafsu makan atau selera makan memburuk, mual, muntah, nyeri di perut seperti sakit maag dan terakhir munculnya ruam di beberapa bagian tubuh. Saat-saat inilah penting untuk segera membawa si penderita berobat ke dokter atau rumah sakit terdekat.
  2. Fase kritis. Merupakan fase paling berbahaya dan mematikan. Biasanya suhu tubuh mulai mengalami penurunan sehingga mendekati batas normal yang umumnya terjadi pada hari ke 4-6 sejak sakit. Pada fase ini beberapa penderita bisa mengalami apa yang disebut perembesan cairan dari pembuluh darah. Jika tidak berhasil ditangani dengan terapi cairan yang memadai maka dapat terjadi syok yang ujung-ujungnya menyebabkan kematian.
  3. Fase pemulihan. Merupakan fase di mana si penderita sudah membaik. Secara umum kondisi tubuh dan nafsu makan kembali normal. Jadi pasien bisa pulih dan sehat kembali.

Diagnosis ini bisa membantu kita para orang tua atau orang terdekat untuk memahami mengenai terjangkitnya infeksi virus dengue ini alias penyakit demam berdarah. Untuk lebih jelasnya memang kita harus merujuk pada nasihat medis dari dokter atau rujukan petugas kesehatan yang kompeten.
  • Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas. Biasanya berlangsung terus menerus selama 2 hingga 7 hari. Pokoknya membingungkan dan tidak seperti demam biasa.
  • Terdapat manifestasi pendarahan termasuk uji tourniquet positif, bintik merah di kulit yang tidak hilang saat ditekan dengan jari (petekie). Beberapa penderita bisa segera mimisan, gusi berdarah, buang air kecil berwarna kemerahan, buang air besar bercampur darah serta muntah darah. Makin lemah kondisi fisik si penderita semakin banyak gejala yang timbul.
  • Pembesaran hati.
  • Syok. Nadi berdetak cepat namun lemah. Penurunan tekanan darah, kaki tangan terasa dingin, kulit lembab dan si penderita tampak gelisah.
  • Kadar trombosit menukik rendah dengan cepat. Di bawah 100.000/ul.
  • Pengentalan darah (hemokonsentrasi) yang dapat dilihat dari peningkatan kadar hemoglobin (Hb) dan peningkatan nilai hematokrit (Hct) 20% atau lebih menurut standar umur dan jenis kelamin.

Pertolongan Pertama

Jika putra-putri kita atau ada anggota keluarga yang mendapatkan gejalah-gejala seperti di atas, jangan panik. Lakukan pertolongan pertama yakni memberikan parasetamol agar demam berkurang dan si penderita merasa lebih nyaman. Pastikan penderita mendapatkan asupan cairan yang banyak agar tidak terjadi dehidrasi. Dengan cara ini biasanya demam akan berkurang dan akan sembuh dengan sendirinya.

Kapan harus dibawa ke dokter atau rumah sakit? Bila dalam kurun waktu 3 x 24 jam demam tidak kunjung turun. Atau bila demam turun namun si penderita menunjukkan gejalan-gejala atau tanda-tanda yang semakin memburuk. Contohnya malas minum, tidak mau makan, tidak aktif, sakit perut, muntah atau jarang buang air kecil. Jika hal ini terjadi, segeralah membawa ke dokter, klinik pengobatan atau rumah sakit terdekat. Jangan sampai terlambat!

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Cara terbaik untuk mengendalikan penyebaran virus ini termasuk pengendalian perkembangan nyamuk aedes aegypti adalah dengan menyingkirkan habitatnya. Kosongkan semua perabotan atau barang bekas yang menjadi wadah air terbuka. Jangan biarkan ada tampungan air yang terdiam. Sedangkan pencegahan agar tidak digigit nyamuk jenis ini adalah dengan membersihkan rumah atau kamar tidur agar nyamuk tidak hinggap. Baju-baju atau pakaian yang tidak terpakai sebaiknya tidak digantung sembarangan karena bisa menjadi tempat hinggap nyamuk. Bagaimana pun juga nyamuk sangat suka bau badan manusia. Menggunakan pakaian yang lebih tertutup agar tidak digigit nyamuk, bila perlu gunakan obat atau lotion anti nyamuk, penggunaan kelambu untuk bayi yang tidur sendirian, dsb.
 
Sponsored links
Share on Google Plus

Tentang KonsumenReview. com

Konsumenreview.com adalah tempat terbaik melihat hasil review dan komentar dari masyarakat Indonesia seputar produk (barang jasa) yang ada di sekitar kita. Ikutlah berpartisipasi menginspirasi rekan-rekan lainnya.
    Blogger Comment
    Facebook Comment