Tips Mencari dan Memilih Pekerjaan

Advertisement:
Konsumenreview.com. Apakah Anda sedang bergumul mengenai masa depan, karir, profesi atau pekerjaan? Jika benar maka beberapa tips yang kami bagikan secara bersambung ini pasti bermanfaat. Silakan disimak, dipahami dan dijadikan pertimbangkan sebelum mencari kerja, melamar kerja atau merancang profesi masa depan. Kalau soal pindah-pindah kerja itu hal biasa. Menurut penelitian, rata-rata sebelum seseorang menemukan profesinya yang pasti yang akan menemaninya hingga lanjut usia, setidaknya seseorang pernah berganti minimal 3-4x pekerjaan atau profesi. Mungkin dimulai dari staf penjualan atau sales lalu berlanjut jadi staf, profesional, pengusaha, dst.
tips mencari dan memilih pekerjaan
"I Love My Job" itulah ungkapan mereka yang mencintai dan menyukai pekerjaan dan profesi mereka. image: google.com
 

Masa depan yang cerah tentu saja didambakan oleh banyak orang. Kami juga demikian. Namun semuanya harus dirancang dari awal. Banyak orang ketika mencari pekerjaan atau merancang profesi selalu memulainya dari sudut pandang uang atau penghasilan. Berapa besarnya gaji, berapa bayarannya, apa tunjangannya, dsb...dsb. Biasanya paling sering dilakukan oleh mereka-mereka yang baru lulus kuliah. Tentu saja tidaklah salah tetapi belum tepat. Besarnya gaji, tunjangan atau bayaran adalah pertimbangan yang ke sekian. Yang pertama-pertama adalah soal "suka atau tidak suka" pada pekerjaan dan profesi tersebut.
Coba bayangkan jika Anda digaji sangatlah besar tetapi kerjanya tertekan atau selalu berada di dalam ancaman bahaya. Apakah Anda bisa tenang bekerja atau bahkan berprestasi? Boleh dibilang mustahil. Bisa jadi belum satu tahun bekerja sudah minta pindah departemen, resign atau bahkan sakit, stres, dsb. Begitu sakit lalu apa gunanya gaji besar tersebut? Habis buat biaya berobat. Ibarat bekerja untuk para dokter dan tenaga medis. Kumpulin uang untuk menyetor ke rumah sakit. Konyol sekali, bukan? Tetapi ada banyak orang yang melakukan kekonyolan seperti ini.

Jadi pertimbangan pertama adalah carilah pekerjaan yang kita sukai. Jika sudah menyukai pekerjaan atau profesi tersebut maka kita tidak lagi bekerja tetapi sedang bermain-main. Makanya sering kita dengar ada orang yang kerjanya kerja mulu sampai dijuluki workaholic alias gila kerja. Bagi sebagian orang mungkin mereka-mereka ini "gila". Namun sebenarnya mereka bukan gila kerja tetapi sedang menikmati pekerjaan tersebut ibarat anak kecil bermain-main. Siapa sih yang tidak suka main-main? Kurang lebih seperti itu.

Memang ada juga orang yang gila kerja bukan karena menyukai pekerjaan tersebut tetapi tuntutan hidup atau tuntutan profesi. Tidak ada pilihan lain. Jika tidak masuk kerja atau lalai maka akan kena sanksi dari kantor atau bos seperti potong gaji, potong uang makan, dsb. Tentu ini adalah hal yang berbeda dari yang kita maksudkan di atas. Dan kami yakin Anda tidak ingin termasuk orang-orang seperti ini bukan?

Jadi carilah pekerjaan yang benar-benar kita sukai. Ada banyak sekali dan bisa dimulai dari hobby atau kegemaran kita sehari-hari. Coba cari dan hitung kembali kira-kira apa yang paling Anda sukai atau apa hobby Anda. Setiap orang pasti punya hobbynya masing-masing. Hobby masak, carilah pekerjaan sebagai koki, tukang masak atau bangunlah profesi atau bisnis yang berkaitan dengan kegemaran Anda. Misalnya buka rumah makan, bisnis kuliner, dsb. Suka menulis, jadilah penulis, novelis, blogger, wartawan, dsb. Suka fotografi, jadilah fotografer, lamarlah di posisi reporter yang bisa memotret atau bukalah bisnis fotografi, cuci cetak foto, dsb. 

berikutnya >> Bisa Dilakukan

Sponsored links:
Share on Google Plus

Tentang KonsumenReview. com

Konsumenreview.com adalah tempat terbaik melihat hasil review dan komentar dari masyarakat Indonesia seputar produk (barang jasa) yang ada di sekitar kita. Ikutlah berpartisipasi menginspirasi rekan-rekan lainnya.
    Blogger Comment
    Facebook Comment