Tips Membeli Buah di Pasar Tradisional

Advertisement:
tips membeli buah di pasar tradisional
Foto ilustrasi penjual buah di salah satu pasar tradisional. image: google.com
Beli buah sepertinya mudah sekali. Tinggal datang ke toko buah terdekat, pasar tradisional atau supermarket. Pilih, bayar dan bawa pulang. Tapi pernahkah ketika dibawa pulang rupanya buah yang sudah dibeli tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan? Misalnya ada yang busuk, cacat, lembek, dsb. Padahal belinya sudah tampak bagus dan menarik, tanpa menawar dan harganya pun sama dengan yang dibeli orang lain. Pernah alami? Jika belum beruntunglah Anda! Pintar artinya. Namun bagi yang pernah alami, tips di bawah ini mungkin bermanfaat.


Sebenarnya tips ini berlaku untuk membeli buah di mana saja entah itu di toko buah, pasar tradisional, supermarket atau bahkan hypermarket. Lalu mengapa kami menekankan di "pasar tradisional"? Tentu saja ada alasannya. Pertama-tama adalah pasar tradisional itu lebih sumpek, kotor bahkan jorok. Sebagian memang sudah tampak sangat bersih dan bagus tetapi dibandingkan belanja di mal atau supermarket besar tentu masih kalah jauh. Ada banyak orang berjualan beraneka ragam produk di pasar tradisional. Dengan kondisi yang terbuka dan bercampur dengan penjualan ikan, daging, pupuk, makanan, dsb...belum lagi dengan atap yang sebagian terbuka otomatis kuman dan bakteri banyak hadir di sana. Buah-buah menjadi lebih cepat membusuk. Jadi kita harus lebih teliti membelinya.
Kedua adalah karena pasar tradisional tidak menyasar konsumen kelas tertentu. Semua dijual apa adanya dan kepada semua orang. Entah orang kaya, miskin, pejabat, rakyat jelata bahkan artis, pemulung dan copet pun boleh keluar masuk dengan bebas di pasar tradisional. Semua dagangan termasuk buah akan digelar, ditawarkan, dipajang dan dijual begitu saja ketika baru datang dari supplier. Beda sekali dengan supermarket atau toko-toko buah tertentu. Buah yang jelek sudah disortir dan dibuang. Dianggap tidak memenuhi syarat untuk dijual. Bahkan yang busuk disingkirkan sejauh mungkin agar tidak mengkontaminasi buah-buah yang masih segar. Buah busuk cepat menyebar aroma dan efeknya. Dengan demikian lebih leluasa sebenarnya membeli buah di supermarket atau toko buah khusus. Pasti bagus-bagus dan tidak perlu was-was milihnya.

Namun berhubung pasar tradisional lebih murah, lebih ramai, lebih meriah dan lebih lengkap jualannya, tak heran banyak orang yang masih sering berbelanja ke pasar tradisional. Kami pun demikian karena semua ada di sana. Asyik deh ke pasar tradisional apalagi di pagi hari. Banyak jajanan pasar yang tidak bisa kita temukan di tempat lain. Tapi ya itu tadi seperti yang kami katakan di atas, kita harus pintar-pintar memilih buah. Beberapa buah yang bagus pasti dipajang di bagian atas. Jadi pilihlah buah-buah yang paling atas karena biasanya paling bagus untuk menarik pembeli. Tidak tahu kalau ada penjual bodoh yang justru memajang buah-buah jelek di atas. Siapa yang tertarik membelinya? Yang ada malah dicap semua buah yang dijual busuk semua.

Pilih Sendiri Buahnya!

Pilih sendiri buah yang ingin kita beli. Takutnya malah penjual mencampur buah yang asem dengan yang manis, yang kecil dengan yang besar, yang impor dengan yang lokal atau malah yang busuk dengan yang bagus. Kecuali kita sudah mempercayai si penjual dan dia sudah paham watak kita. Kalau baru pertama kali berkunjung ada baiknya pilihlah sendiri sambil mungkin menawar harga. Kalau buah yang dijual dalam bentuk kiloan yang kecil-kecil seperti dukuh, juwet, jambu air, tentu tak perlu dipaksakan memilih satu per satu. Malah tidak efisien dan tampak ribet. Buang-buang waktu. Tinggal minta si penjual memilihnya saja. Yang patut dipilih sendiri seperti buah yang agak besar kayak jeruk, srikaya, manggis, apel, mangga, dsb. 

Selain itu ada beberapa buah yang dipajang dengan cara digantung. Contoh misalnya pepaya atau kates, nanas, melon, semangka, pisang, durian, dsb. Nah, buah-buah ini harus kita pilih baik-baik. Jangan hanya melihat tampilan luarnya saja yang kelihatan menarik. Kadang penjual pintar di mana ada buah yang belakangnya sudah membusuk ditutupi sehingga tergantung tidak terlihat. Anda harus membolak baliknya memastikan bahwa buah tersebut tidak ada yang cacat atau busuk parah. Kami pernah kecele (kecolongan) ketika membeli pepaya atau pisang. Rupanya ada bagian pepaya yang sedikit mulai membusuk. Tetapi tidak kelihatan karena digantung dengan bagian luar yang mulus dan tampak memerah. Karena pikir paling bagus akhirnya digunting, dibeli dan dibawa pulang. Kalau mau lebih cerdas tentu bisa dipilih, dilihat bolak balik dulu. Begitu juga dengan pisang kadang ada yang terselip dan rupanya kurang bagus. Kecuali buah tersebut tidak digantung tentu lebih mudah melihat dan memilihnya secara keseluruhan.
Sponsored links:
Share on Google Plus

Tentang KonsumenReview. com

Konsumenreview.com adalah tempat terbaik melihat hasil review dan komentar dari masyarakat Indonesia seputar produk (barang jasa) yang ada di sekitar kita. Ikutlah berpartisipasi menginspirasi rekan-rekan lainnya.
    Blogger Comment
    Facebook Comment